HARI ORANG SAKIT SEDUNIA KE-33, bagian-1
Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!
Pada tanggal 11 Februari 2025, hari minggu biasa ke V, Gereja Semesta merayakan Hari Orang Sakit Sedunia ke-33. Kita diingatkan akan pentingnya memperhatikan dan mendukung saudara-saudari kita yang sedang menderita sakit dan yang sedang berada dalam kesulitan. Kita juga diajak untuk merenungkan kembali peran kita sebagai murid Kristus untuk menjadi saksi kasih dan belas kasihan Tuhan.
Dalam merayakan Hari Orang Sakit Sedunia ke-33 ini, bertepatan ditahun Yubileum 2025, Gereja mengundang kita untuk menjadi “peziarah pengharapan”. Dalam peziarahan ini, Paus memberi pesan: “Pengharapan tidak mengecewakan” (Rm 5:5); karena pengharapan itu menguatkan kita di saat-saat pencobaan.
Pesan itu sungguh menghibur, tetapi juga bisa membingungkan, khususnya bagi yang sedang menderita. Misalnya saja :
- Apakah kita bisa menjadi kuat ketika tubuh kita diserang penyakit yang parah dan melemahkan, bahkan memerlukan biaya perawatan mahal di luar kemampuan kita?
- Apakah kita kuat ketika berhadapan dengan penderitaan kita sendiri? Orang-orang yang kita kasihi, yang dekat dengan kita mau membantu dan menolong, tetapi tidak berdaya.
Dalam beragam situasi seperti ini, kita membutuhkan penopang, pertolongan Tuhan, dan Peyelenggaraan Ilahi. Di Hari Orang Sakit sedunia ini kita diajak untuk merenungkan bahwa Allah hadir dan dekat bagi mereka yang menderita. Ditawarkan 3 cara khusus yakni melalui :
- Perjumpaan,
- Anugerah, dan
- Berbagi.
Perjumpaan.
Pada saat sakit, di satu sisi kita merasakan kerapuhan manusiawi kita pada tingkat fisik, psikologis, dan spiritual, dan di sisi lain kita mengalami kedekatan dan Belas Kasih Allah, yang dalam diri Yesus, ikut ambil bagian dalam penderitaan kita. Allah tidak mengabaikan kita dan sering kali membuat kita takjub dengan kegigihan dan keuletan yang tidak pernah kita duga bisa memilikinya, dan tidak akan pernah kita temukan sendiri.
Dengan demikian, sakit menjadi peluang perjumpaan yang menyebabkan perubahan, penemuan batu karang kokoh, dimana kita bisa berpijak dengan teguh di tengah badai kehidupan. Meskipun pengalaman ini menuntut pengorbanan, namun menjadikan kita semua semakin kuat, karena menyadarkan kita, bahwa kita tidak sendirian. Penderitaan selalu membawa serta, misteri keselamatan, karena membuat kita mengalami kehadiran Allah yang nyata, dekat dan menghibur.
Dalam merayakan Hari Orang Sakit Sedunia, kegiatan yang dilaksanakan oleh Paroki Padre Pio Helvetia, adalah :
- Pada Hari Minggu ini, 16 Februari 2025, mendoakan Orang Sakit dalam Perayaan Ekaristi.
- Kunjungan “Orang Sakit yang tidak bisa hadir di Gereja”mulai dari hari ini, tanggal 16 Februari sampai dengan bulan Juli 2025. Dalam kunjungan itu Tim SKK dan Biro PSE akan berdoa, melaksanakan cek Kesehatan dan membawa sapaan buah tangan.
Saudara-saudari yang terkasih kita dipanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan.
Maka marilah mendoakan saudara-saudari kita yang sedang menderita sakit dan yang sedang berada dalam kesulitan.
PACE E BENE





Users Today : 6
Users Last 30 days : 174
Total Users : 175