KATEKESE 5 MENIT 8 SEPTEMBER 2024

BULAN KITAB SUCI NASIONAL - 3

Saudara-Saudari, Umat Allah yang dikasihi Tuhan

Untuk mendalami Tema BKSN 2024 KAM yakni “MENJADI Umat Katolik YANG SEMAKIN Berpartisipasi Aktif dalam Gereja dan Masyarakat” dengan mendalami  Kitab Nabi-Nabi Kecil yakni Nabi Yunus, Amos, Mikha dan Maleakahi.

Nabi Yunus, dipanggil dan dipaksa oleh Tuhan untuk pergi ke Niniwe menyampaikan isi hati Tuhan. Itu berarti Nabi Yunus melaksanakan Tugas Gereja yakni Pewartaan. Tugas tersebut didasarkan pada mandat yang diberikan Yesus kepada para rasul: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu (Mat 28:19-20).

Semua anggota Gereja mengambil bagian dalam tugas itu, yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, khususnya kesaksian hidup. Inilah yang menjadi Tema Pertama dalam BKSN 2024 KAM  : “Umat Katolik berpartisipasi Mewartakan Kehendak Allah”.

Nabi Kecil yang Kedua adalah : Nabi Amos. Nabi Amos sering disebut sebagai Pendekar Keadilan.  Ia selalu berdiri tegak pada keadilan Allah. “Prinsip” sangat penting dalam Nabi Amos 5:14-15: Nabi Amos diutus Allah untuk mengingatkan bangsa Israel tentang ketidakadilan yang justru terjadi pada zaman kemakmuran. 

Situasi masyarakat pada zaman Nabi Amos yaitu:

  • Kekayaan dikuasai oleh sekelompok orang yang serakah.
  • Orang-orang berkuasa dan kaya menipu dan memeras orang-orang kecil.

Dalam situasi tersebut, Nabi Amos meminta mereka untuk bertobat, kembali kepada Allah, mencari dan mencintai yang Baik dan Benar, membenci yang jahat dan menegakkan keadilan.

Maka Nabi Amos ini mengisnpirasi kita untuk mendalami Tema BKSN 2024 KAM Tema yang kedua  :”Umat Katolik Berpartisipasi Aktif mewujudkan Keadilan dan Cinta Kasih.”

Di sekitar kita masih ada Kesenjangan, Kekurang pedulian, masih banyak persoalan sosial. Gereja sebagai Umat beriman diarahkan untuk berpartisipasi Aktif secara sukarela dan murah hati secara pribadi maupun kelompok menghadapi persoalan sosial tersebut.  Tindakan berpartsisipasi selalu diawali dengan KASIH.

Yesus mengingatkan kita akan ikatan perjanjian kita dengan Allah. Yakni Hukum Cinta Kasih  :  “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, serta kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”.

Ini bukan sekadar perintah, tetapi ini adalah ciri khusus kita untuk lebih peduli terhadap mereka yang tertindas, lemah, dan yang terpinggirkan.

Maka perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri: :”Apa yang bisa dibuat, apa yang bisa kulakukan?”

MARI DENGAN SEMAKIN MENGAKRAPKAN DIRI DENGAN KITAB SUCI DAN MENDALAMINYA DALAM  HIDUP SEHARI-HARI DAN DALAM DOA LINGKUNGAN, SEHINGGA KITA MAMPU MENJADI PENDEKAR  KEADILAN DI SEKITAR KITA

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *