KATEKESE 5 MENIT 22 SEPTEMBER 2024

BULAN KITAB SUCI NASIONAL - 5

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Nabi keempat yang kita renungkan dalam Bulan Kitab Suci Nasional 2024 KAM adalah Nabi Mikha.

Mikha hidup sezaman dengan Yesaya dan berasal dari Moresyet, sebuah desa di Yehuda di kerajaan Israel Selatan. Mikha sangat yakin bahwa bangsa  Israel akan menghadapi bencana nasional. Ia menubuatkan bahwa Tuhan pasti menghukum bangsa Israel, karena mereka kejam dan tidak adil terhadap sesamanya.

Akan tetapi, ia tetap optimis bahwa ada tanda-tanda yang jelas dan terang tentang harapan untuk masa depan. Bangsa Israel berpikir bahwa ada cara untuk kembali hidup berkenan dihadapan Tuhan, yaitu menyampaikan permintaan maaf atau ampun pada Allah dengan mempersembahkan kurban bakar bahkan mempersembahkan kurban sulung (anak kandung) mereka. Melalui nubuat nabi Mikha, Allah justru menuntut bangsa Israel untuk berlaku adil, setia, dan rendah hati dihadapan Tuhan, bukan semata kurban persembahan.

Nubuat tentang kedamaian, keadilan, kesetiaan, dan kerendahan hati di bawah pimpinan Tuhan (Mikha 4:1–4), menjadi tema pokok dalam Kitab Mikha. Pokok-pokok nubuat Mikha inilah yang menjadi inspirasi bagi kita dalam mendalami tema ke-empat BKSN 2024 KAM, yaitu: “Umat Katolik Berpartisipasi Aktif Terlibat di Tengah Masyarakat”.

Melalui Sakramen Baptis dan Penguatan kita mendapat tugas misioner, yakni mewartakan Injil dan MENJADI SAKSI KRISTUS di tengah masyarakat dan dunia. Hal ini dapat kita lihat dan aplikasikan dalam hidup sehari-hari, entah apa pun profesi kita, seperti:

  • Bersaksi tentang perbuatan Yesus, pelayanan-Nya, dan misteri Kristus ditengah keluarga sebagai bapak/ibu/anak yang baik dan setia berdoa baik secara pribadi maupun bersama.
  • Berani dan konsisten hidup di jalan yang benar, tidak menyebarkan hoaks, dan tidak mencela tetangga satu Lingkungan/Stasi/Paroki.
  • Peduli pada sesama yang sakit, dikucilkan, dan dianggap remeh oleh orang lain.
  • Mengunjungi saudara-saudari yang semakin menjauh dari Gereja Katolik bahkan tidak pernah lagi ke Gereja, dan sebagainya.

Allah menghendaki agar kita memberi kesaksian dan mengupayakan keadilan, cinta kasih, dan sikap peduli dalam berbagai lingkup kehidupan dalam keluarga, lingkungan, Gereja, Negara, dsb., serta rendah hati di hadapan Tuhan. Persembahan yang melimpah dan partisipasi dalam liturgi dan peribadatan belum cukup dihadapan Allah. Ia menghendaki wujud nyata atau buah dari persembahan dan ibadat kita di hadapan sesama manusia.

MARI SEMAKIN MENGAKRABKAN DIRI DENGAN KITAB SUCI DAN MENDALAMINYA DALAM  HIDUP SEHARI-HARI DAN DALAM DOA LINGKUNGAN, 
SEHINGGA KITA SIAP SETIAP SAAT MENJADI SAKSI KRISTUS
DITENGAH GEREJA DAN MASYARAKAT!

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *