Sejarah berdirinya Gereja Katolik Stasi St. Krispinus Viterbo Jatiyoso
Paroki St. Padre Pio Helvetia Medan akan merayakan pesta perak, seturut dengan itu maka disetiap stasi hendaknya dibuat sejarah berdirinya gereja di masing masing Stasi. Mulanya Terdapat lahan kosong berukuran 30 m x 100 m, lahan tersebut penuh rawa dan air yang sangat tinggi, pemilik lahan tersebut bermarga Sitanggang. Rumah Bapak Sitanggang beralamat di Mandala.
Dibentuklah 1 Team yang terdiri dari 5 orang untuk mendatangi rumah Bapak Sitanggang di Mandala Bapak Binsar Harianja, Bapak Emilius Hutabarat, (Alm) bpk PP Panjaitan, (Alm) bpk Simanjuntak dan (Alm) bpk Peranginangin. Tim ini mendatangi kediaman Bapak Sitanggang, mulanya Bapak Sitanggang tidak menjual tanah tersebut. Awalnya Pak Sitanggang mengatakan tanah tsb tidak dijual, namun dalam 3 bulan Tim tersebut berkunjung 5 kali ke rumah Pak Sitanggang sampai akhirnya Pak Sitanggang menjual tanah tersebut.
Awalnya harga Tanah tersebut dijual Rp 500.000/ meter, atas dasar negosiasi Tim dengan pemilik tanah dicapai kesepakatan harga sebesar Rp 350.000/meter dan harga pembelian tanah tersebut sebesar Rp 750.000.000. Pendanaan tanah ini diberikan Keuskupan Agung medan. Setelah diperoleh kesepakatan maka Keuskupan Agung Medan mengurus surat izin mendirikan bangunan bersama dengan Tim dan Pastor Paroki pada saat itu Pastor Agus Saragih pada tahun 2007 atas nama Bapak Binsar Harianja karena beliau sebagai Bendahara pada saat itu.





Users Today : 1
Users Last 30 days : 18
Total Users : 19