Medan, Paroki Santo Padre Pio – Mendengarkan bukan sekadar aktivitas diam tanpa kata, melainkan sebuah sikap batin yang membuka ruang bagi kehadiran orang lain. Dalam kehidupan Gereja, kemampuan untuk mendengarkan menjadi fondasi penting dalam membangun persekutuan yang hidup dan bermakna.
Sinodalitas Gereja menegaskan bahwa umat Allah dipanggil untuk “berjalan bersama” dalam iman. Perjalanan ini tidak hanya diwujudkan melalui kebersamaan secara fisik, tetapi juga melalui kesediaan untuk saling mendengar dengan hati yang terbuka dan penuh kasih.
Mendengarkan dalam konteks sinodalitas berarti memberi ruang bagi suara orang lain tanpa cepat menghakimi atau menutup diri. Setiap umat, baik klerus maupun awam, memiliki pengalaman iman yang berharga untuk dibagikan. Ketika setiap suara dihargai, Gereja menjadi lebih inklusif, hidup, dan relevan dengan tantangan zaman.
Lebih dari itu, mendengarkan dengan hati adalah bentuk kasih nyata. Ia mengajarkan kerendahan hati, kesabaran, serta empati terhadap sesama. Dalam proses ini, Roh Kudus bekerja membimbing Gereja agar semakin setia pada panggilan Kristus.
Dengan demikian, sinodalitas bukan sekadar konsep, melainkan sebuah cara hidup. Ia dimulai dari hal sederhana: kesediaan untuk berhenti sejenak, membuka hati, dan sungguh-sungguh mendengarkan satu sama lain dalam kasih.






Users Today : 6
Users Last 30 days : 174
Total Users : 175