6

KATEKESE 5 MENIT 3 NOVEMBER 2024

Hari Raya Orang Kudus dan Arwah orang Beriman

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Bulan November seturut Kalender Liturgi adalah bulan yang sangat menarik.

Bulan ini diawali dengan HR Semua Orang Kudus (01 November) dilanjut dengan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (02 November), dan Hari Minggu terakhir di bulan November ditutup dengan Hari Raya Kristus Raja.

Semua itu mengingatkan kita kembali akan kehidupan setelah kematian. Sebagai orang beriman, kita percaya, bahwa kehidupan tidak berakhir dengan kematian.

Dalam Credo singkat (Syahadat Para Rasul) jelas mengungkapkan kepercayaan itu: “Aku percaya akan Roh Kudus Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan Para Kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal:”

Juga dalam Kitab Suci, dengan tegas Yesus mengatakan bahwa Bapa-Nya “bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk 20:38).

Semua orang yang meninggal dalam rahmat dan dalam persahabatan dengan Allah, akan masuk dalam kehidupan kekal. Tapi sebagian besar dari jiwa orang-orang ini, masih harus menjalani pemurnian terlebih dahulu” (Why 21:27).

Dan pemurnian itu dilakukan di dalam api, sehingga disebut Api Penyucian, atau purgatorium.

Hal itu ditegaskan di dalam Katekismus:

“Siapa yang mati dalam rahmat dan dalam persahabatan dengan Allah, namun belum disucikan sepenuhnya, memang sudah pasti akan keselamatan abadinya, tetapi ia masih harus menjalankan satu penyucian untuk memperoleh kekudusan yang perlu, supaya dapat masuk ke dalam kegembiraan surga.” (KGK 1030)

Pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul.” (KGK 1472)

Pemurnian jiwa berarti jiwa sedang menjalani hukuman atas dosa-dosa yang telah diampuni.

Jiwa-jiwa ini tidak dapat berbuat apa-apa selain menjalani siksa hukuman. Namun siksa para jiwa malang ini “sangat berbeda dengan siksa para terkutuk” (lihat KGK 1031).

Maka kita yang masih hidup di dunia ini perlu membantu jiwa-jiwa malang ini.

Dengan cara membantu mereka agar memperoleh indulgensi. Dengan demikian dihapuskan siksa dosa sementara para orang mati di dalam purgatorium [api penyucian].” (lihat KGK 1479)

Kita sebagai sesama anggota Gereja pejuang, saling tolong menolong menguduskan satu sama lain, dan menolong membebaskan anggota Gereja yang menderita.

Sementara Para Kudus sebagai anggota Gereja yang jaya bisa kita minta bantuannya untuk mendoakan kita selalu dari Surga.

Setiap dari kita memiliki santo/santa pelindung. Kita bisa berdoa mohon bantuannya. Tapi kita tentu saja juga bisa berdoa mohon bantuan Para Kudus lainnya. Dan tentu saja Bunda Maria sebagai Bunda Surgawi kita.

MARI,  SAUDARA-SAUDARI SEBAGAI GEREJA YANG MASIH BERJUANG DIDUNIA INI, MENDOAKAN SAUDARA-SAUDARI KITA YANG SUDAH MENDAHULUI KITA DAN MEMOHON AGAR PARA KUDUS DISURGA JUGA MENDOAKAN MEREKA.

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *