KATEKESE 5 MENIT 10 NOVEMBER 2024

PESTA  UCAPAN SYUKUR (Pesta PANEN) ATAU PESTA GOTILON - Bagian 1

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Dibeberapa Negara, Daerah dan Suku, beraneka ragam nama/istilah Perayaan Pesta Panen atau Pesta Ucapan Syukur. Seperti di daerah Batak Toba, disebut dengan Pesta GOTILON.

”Pesta Gotilon” berasal dari bahasa Batak Toba yang berarti Pesta Panen. Di zaman leluhur kuno orang Batak, pekerjaan utama mayoritas masyarakat adalah bertani atau berladang. Hasil dari pertanian dan ladang yang dikelola menjadi sumber pendapatan bagi yang mengelola.

Sebagian dari hasil panen (hasil terbaik) disisihkan/tidak dimakan atau tidak dijual untuk dipersembahkan kepada Sang Pencipta. Hasil panen tersebut dipersembahkan dalam suatu ritual bersama yang dipimpin oleh penatua huta atau penatua adat. Proses mempersembahkan hasil panen ini dibuat dalam suatu pesta besar sebagai ucapan syukur kepada Mula jadi Nabolon atas hasil panen dan sekaligus sebagai doa/harapan untuk hasil panen yang lebih baik berikutnya. Maka, pesta gotilon memiliki dimensi sakral.

Dalam batak Karo Pesta Panen disebut dengan  Kerja Tahun. Perayaan turun temurun yang dilakukan untuk mengucap Syukur kepada Tuhan atas Hasil Panen, sambil berdoa agar tanaman diberkati dan terhindar dari hama, serta menghasilkan panen yang melimpah.

Demikian juga Suku Simalungun: Pesta Rondang Bintang, Suku Pakpak Pesta: Njuah-Njuah, Suku Mandailing : Manyabii, Suku Jawa: Wiwitan, Dan masih banyak lagi Tradisi Pesta Panen di Setiap Suku dan Negara.

Ketika zaman semakin maju dan berkembang, kreativitas leluhur semakin berkembang pula. Mata pencarian menjadi semakin beragam. Terjadi pembedaan antara masyarakat yang hidup di kota dan desa dengan kelebihan serta kekurangan masing-masing. Penghayatan iman juga berkembang. Sebagai bagian dari pewartaan misionaris, agama Kristen baik Katolik maupun Protestan mendapat tempat di hati Masyarakat. Semakin banyak masyarakat mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan.

BAGAIMANA PESTA SYUKUR PANEN DALAM KITAB SUCI?

Dalam Kitab Suci, pesta panen merupakan pesta penting sebagai ungkapan syukur kepada TUHAN atas rahmat yang diterima oleh umat beriman.  Dalam Kel 23:16, tentang Perintah untuk Merayakan Hari Raya Panen dan Hari Raya Ucapan Syukur.

Dalam Perjanjian Lama, umat Israel menyampaikan persembahan kepada YAHWEH atas tanah yang berlimpah susu dan madu (artinya: kaya, subur, dan produktif). Tanah yang diberikan YAHWEH dihayati sebagai tanah yang dipinjamkan untuk dikelola memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam Perjanjian Baru, pesta panen ditemukan dalam Kisah Para Rasul 2:9-11. Hari Raya Tujuh Minggu menjadi Hari Raya Pentakosta atau Hari Raya Kelima puluh. Hari ini menunjuk pada genapnya hasil pekerjaan yang dipersembahkan kepada Tuhan. Hari ini terus dirayakan oleh orang Yahudi sebagai pesta ucapan syukur atas hasil panen. Kemudian, umat Kristen pertama menghubungkan Pentakosta dengan pencurahan Roh Kudus dan lahirnya gereja dengan pertobatan dan pembaptisan 3.000 orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

SAUDARA-SAUDARI, MARI MEMAHAMI DAN MENGHAYATI DENGAN BAIK DAN BENAR, BAHWA PESTA SYUKUR (GOTILON) ADALAH BAGIAN DARI KEBIASAAN BERSYUKUR DALAM KELUARGA UMAT KRISTEN KEPADA YESUS KRISTUS. 
SEMOGA KATEKESE PERTAMA TENTANG PESTA SYUKUR (GOTILON) INI,
MEMBERIKAN PENCERAHAN PEMAHAMAN YANG BAIK KEPADA KITA.

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *