KATEKESE 5 MENIT 12 JANUARI 2025

TAHUN  YUBILEUM-2

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Tahun Yubileum 2025 ini memiliki logo resmi yang bergambarkan empat figur yang saling berpelukan, ombak besar, dan figur utama yang memegang Salib berujung jangkar. Gambar pada logo Tahun Yubileum ini memiliki artinya masing-masing.

  1. Empat figur pada logo maksudnya  : 
    1. Mewakili seluruh umat manusia yang datang dari 4 penjuru bumi.
    1. Menggambarkan sebagai solidaritas dan persaudaraan yang seharusnya menyatukan semua orang. Lambang keimanan dan harapan yang tidak boleh ditinggalkan, karena umat manusia selalu membutuhkan harapan, terutama di saat-saat yang paling membutuhkan juga digambarkan pada figur utama yang sedang memegang Salib.
  2. Ombak Besar  :

Melambangkan  kenyataan bahwa ziarah kehidupan tidak selalu berjalan mulus, namun juga terdapat rintangannya.

  • Salib yang berujung jangkar memiliki makna : Kehidupan yang lebih luas menuntut panggilan yang lebih besar untuk berharap, jadi pada dasarnya jangkar melambangkan harapan.
  • Salib melengkung dan membungkuk ke arah empat figur : dimaknai sebagai sesuatu yang dinamis dan tidak meninggalkan manusia sendirian, tetapi saling mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan untuk menawarkan kepastian kehadirannya dan harapan.

Makna dari seluruh gambar pada logo Tahun Yubileum ini adalah perjalanan peziarah yang bukan hanya sebagai perjalanan individu melainkan tetap komunal, ditandai dengan dinamisme yang semakin meningkat menuntun seseorang semakin dekat dengan Salib.

Apa yang dilakukan oleh Umat selama tahun Yubelium 2025 ini?

Selama Tahun Yubileum, umat Katolik melakukan berbagai kegiatan, seperti: 

  • Ziarah, khususnya ke Roma dan makam Santo Petrus dan Santo Paulus, tetapi bisa juga mengadakan ziarah ke  Gua Maria, atau paroki paroki yang sudah ditentukan didaerah kita masing-masing.
  • Melakukan tindakan KASIH
  • Memperbarui hubungan dengan Tuhan
  • Mengampuni dosa orang lain
  • Bertobat atas dosa pribadi
  • Mendapatkan indulgensi.

Indulgensi adalah tanda nyata kemurahan Allah yang tak terhingga. Melalui indulgensi, kita diberikan kesempatan untuk membersihkan jiwa, memperkuat iman, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Selama Tahun Yubileum, Gereja Katolik mengundang seluruh umat untuk memanfaatkan rahmat indulgensi sebagai bagian dari perjalanan spiritual menuju Allah.

Dengan memahami makna indulgensi, kita dapat menjadikannya sebagai sarana untuk memulihkan iman dan menerima kasih karunia Tuhan secara lebih mendalam.

Cara Mendapatkan Indulgensi

Menurut Kitab Hukum Kanonik (KHK) Pasal 992, indulgensi dapat diperoleh oleh umat beriman yang memenuhi syarat tertentu. Syarat tersebut meliputi:

  1. Berada dalam keadaan rahmat (bebas dari dosa berat).
  2. Melakukan tindakan yang telah ditentukan Gereja, seperti berdoa, membaca Kitab Suci, menerima Sakramen-Sakramen.
  3. Berniat dengan tulus untuk mendapatkan indulgensi.
Indulgensi dapat diperoleh untuk diri sendiri atau dipersembahkan bagi jiwa orang yang sudah meninggal. 
Namun, indulgensi tidak dapat dipersembahkan untuk orang lain yang masih hidup.
Saudara saudari Umat Allah Peziarah Harapan yang terkasih, marilah di Tahun Yubileum ini memanfaatkan kesempatan yang istimewa ini.

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *