KATEKESE 5 MENIT 23 MARET 2025

Masa Prapaskah – bagian 3.

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Pendalaman APP subtema yang Ketiga adalah Umat Katolik Membangun dan Memelihara Soliditas Persekutuan Gerejawi.

Kata ‘solid’ berarti kokoh, kuat, maka Soliditas adalah konsep yang mencerminkan keadaan, di mana individu-individu atau kelompok-kelompok berada dalam satu kesatuan yang kokoh dan tak terpisahkan. Ini melibatkan kerja sama, kepercayaan, dan saling mendukung antara anggota-anggota kelompok atau komunitas.  Istilah soliditas dalam persekutuan gerejawi merujuk pada kekuatan persatuan umat untuk mencapai tujuan bersama.

Umat Katolik menyadari pentingnya soliditas persekutuan gerejawi, maka perlu  mengutamakan kerjasama, dialog, dan saling pengertian.  Diharapkan umat terlibat dalam berbagai kegiatan gerejawi diantaranya liturgi seperti (Perayaan Ekaristi, Ibadat Lingkungan, sakramen-sakramen), pelayanan sosial, dan kegiatan-kegiatan menggereja.

Evangelii Gaudium, no. 99, mengatakan  :  “Menunjukkan kepada dunia bahwa Gereja adalah komunitas yang hidup, penuh kasih, dan bersatu dalam iman, maka menghadapi dan menyelesaikan konflik dengan cara yang penuh kasih dan pengertian. Sebagaimana diajarkan oleh Yesus dalam Matius 18:15-17, umat diajak untuk menyelesaikan perselisihan dengan pendekatan pribadi, dialog, dan jika perlu, melibatkan komunitas untuk mencapai rekonsiliasi.

Ini menunjukkan bahwa persekutuan dalam Gereja memerlukan komitmen untuk saling mengasihi dan memaafkan, menjadi saksi kasih Allah yang nyata dan hadir di tengah-tengah dunia. Mampu menampakkan kegembiraan bersama karena saling memberi diri dan berperan aktif.  

Tetapi jika umat menampakkan kesatuan yang semu, renggang, maka terjadi keretakan, karena kurang berjuang, kurang memberi diri, kurang kompak atau bahkan cuek/tidak mau tau akan kegiatan kelompoknya/lingkungan /Stasi/Paroki. 

Demi kebaikan persekutuan, nilai kesetiaan sebagai umat gerejawi harus ditunjukkan tanpa adanya sikap saling mendominasi ataupun memojokkan sesama kelompok. Ketika mengalami kegagalan harus menerima situasi dengan lapang dada dan sanggup menganggap kegagalannya itu sebagai kesuksesan yang tertunda. Hal inilah yang membuahkan nilai kesetiaan dan kesabaran sebagai umat Katolik yang harus ditunjukkan dengan sikap menerima dan saling mengapresiasi.

Subtema Keempat  :  Umat Katolik Yang Menghidupi dan Menampakkan Buah-Buah Perayaan Liturgi.

Liturgi adalah  perayaan iman dan perayaan keselamatan yang diselenggarakan oleh Allah dalam diri Yesus Kristus dalam Gereja-Nya dalam tuntunan Roh Kudus.

Menghidupi liturgi berarti menjadikan perayaan iman tersebut menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi hidup sehari-hari.   Buah-buah perayaan liturgi hendaknya kita tampakkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti  tahu bersyukur, mau berbagi, rela berkorban, terbuka terhadap sesama, rendah hati, melayani dengan penuh semangat, mengasihi dan penuh pengharapan.

 Dengan menghidupi dan menampakkan buah-buah perayaan liturgi menghantar kita kepada hidup yang lebih kudus.

Saudara/Saudari umat Allah yang terkasih, marilah membangun dan Memelihara Soliditas Persekutuan 
dan menghidupi serta menampakkan Buah-Buah Perayaan Liturgi, dalam hidup sehari hari.
Maka, agar lebih mendalamai subtema ini, kita diharapkan mengikuti Pendalaman APP di lingkungan kita masing-masing.

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *