14

KATEKESE 5 MENIT 26 JANUARI 2025

MINGGU SABDA ALLAH 2025 - Bagian 1

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Hari ini adalah Hari Minggu Sabda Allah dengan Tema : Sabda Tuhan Daya Penggerak Hidup Orang Beriman”.  

Pada tanggal 30 September 2019, pada peringatan  Santo Hieronimus, yang menerjemahkan sebagian besar Kitab Suci ke dalam bahasa Latin, dan yang terkenal mengatakan, “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus”,  Paus mengeluarkan sebuah surat apostolik dengan judul Aperuit Illis. Dalam surat itu, Paus Fransiskus mengingatkan kembali peranan penting Sabda Allah dalam kehidupan beriman.  Untuk itu, Paus Fransisikus memutuskan agar Minggu III Masa Biasa menjadi Hari Minggu Sabda Allah. Pertama-tama memampukan Gereja untuk mengalami kembali tindakan dari Dia yang bangkit yang membuka  bagi kita kekayaan Sabda-Nya agar kita mampu menjadi pewarta kekayaan tak terhingga itu di dunia ini.

            Dalam surat apostolik ini, Paus menyadari bahwa Sabda Allah itu sangat kaya, memberikan begitu banyak aspek berbeda, memiliki ragam keindahan, agar yang mempelajarinya bisa mengkontemplasikan apa yang menyukakan. Paus menekankan perlunya kontemplasi, karena dalam sabda Tuhan tersembunyi segala harta kekayaan, dan baru dapat ditemukan satu diantaranya melalui kontemplasi. Hidup umat beriman mesti ditandai dengan relasi yang tetap dengan Sabda Hidup yang telah disampaikan Tuhan kepada Gereja. Tujuannya adalah agar Gereja bisa tumbuh dalam cinta Kasih dan dalam kesaksian iman.

            Paus mengutip Luk 24:45 : ”Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci”. Bagi paus Fransiskus, tindakan Tuhan yang bangkit, sebelum Kenaikan-Nya, kepada dua murid yang menuju ke Emaus, merupakan tindakan yang mendayakan sepenuhnya keberimanan mereka. Ia sendiri menjelaskan arti Kitab Suci. Sabda Yesus itu membuat pikiran para murid terbuka. Kecemasan mereka berubah menjadi sukacita dan hati mereka berkobar-kobar, serta tidak sabar untuk mewartakan Yesus yang telah bangkit.

            Dengan perikop perjalanan dua murid ke Emaus, kita tahu bahwa di awal perjalanan mereka ditandai dengan kesedihan dan kekecewaan terhadap akhir hidup Yesus yang tragis. Mereka telah mengharapkan Dia sebagai Mesias pembebas, namun sebaliknya mereka menemukan diri mereka berhadapan dengan skandal yang tersalib. Dengan keputusan bebas (diskresi), Yesus yang bangkit mendekati dan berjalan  bersama para murid, namun mereka tidak mengenal-Nya. Sepanjang jalan, Tuhan menanyai mereka, dengan menyadari bahwa mereka tidak mengerti makna penderitaan dan kematian-Nya. Ia memanggil mereka “bodoh dan lamban hati” dan “ menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari Kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi”.

            Kitab-kitab Perjanjian Lama meramalkan apa yang akan dijalani oleh Yesus. Bahkan, Dia sendiri menghendaki agar setia kepada Sabda itu, untuk membuktikan bahwa satu-satunya sejarah keselamatan ditemukan secara penuh dalam Kristus. Lepas dari Kitab Suci, wafat dan Kebangkitan-Nya tidak bisa dipahami dengan tepat. Karena Kitab Suci berbicara tentang Kristus, maka memampukan kita untuk percaya bahwa kematian dan kebangkitan-Nya bukanlah bagian dari mitos, namun sejarah dan inti iman para murid-Nya.

            Paus menekankan bahwa ikatan antara Kitab Suci dengan Iman umat beriman itu mendalam. Karena Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran didasarkan pada Sabda Kristus (lih. Rom.10:17), orang-orang beriman wajib mendengarkan dengan penuh Perhatian Sabda Tuhan, baik dalam perayaan Liturgi maupun dalam Doa dan Refleksi pribadi.

      Kitab Suci ditujukan untuk Keselamatan utuh manusia. Semua Sabda terarah pada tujuan itu. Kitab Suci disusun seperti sejarah keselamatan, dimana Allah berbicara dan bertindak untuk menjumpai semua manusia dan menyelamatkannya dari dosa dan kematian.

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih! Semoga Katekese ini menambah pemahaman dan kecintaan kita pada Sabda Allah, 
sehingga kita dapat menghayati dan mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *