KATEKESE 5 MENIT 9 MARET 2025

Masa Prapaskah – bagian 1.

Saudara-Saudari, Umat Allah yang terkasih!

Minggu ini kita memasuki Masa Prapaskah. Masa Prapaskah diawali dengan Rabu Abu, ditandai dengan Prosesi penerimaan abu. Abu dioleskan di dahi setiap umat membentuk Tanda Salib atau ditabur dikepala sebagai lambang Pertobatan. Abu tersebut diperoleh dari pembakaran Daun Palma yang sudah diberkati pada Minggu Palma ditahun sebelumnya. Masa Prapaskah adalah masa terpenting bagi umat Katolik untuk menjalani Masa Pantang dan Puasa, masa mempersiapkan diri menyambut Paskah dengan  Doa, Matiraga, Pertobatan, hidup sederhana, penyangkalan diri, dan Amal kasih. Amal Kasih/Derma/Solidaritas selama Masa Prapaskah inilah yang kita sebut dengan Aksi Puasa Pembangunan. Setiap orang yang berusia 14 tahun keatas dianjurkan berpuasa kecuali karena alasan medis. Masa Prapaskah dijalani selama 40 hari. Angka 40 dalam masa Prapaskah adalah melambangkan masa 40 hari yang dijalani oleh Yesus di Padang Gurun ketika Yesus menjalankan Puasa.

Cara berpantang bagi Umat Katolik  :

Ada 2 pantang yang wajib dalam gereja Katolik yaitu pantang daging dan pantang yang kita tentukan sendiri.

  1. Pantang daging dilakukan dengan cara menghindari mengonsumsi daging. Kemudian ganti dengan mengkonsumsi ikan.

Jika tidak biasa memakan daging, maka carilah pantang yang lain misalnya jika selalu makan ikan maka pantang daging diganti dengan berpantang ikan.

  • Pantang yang kita tentukan sendiri yaitu menghindari segala yang disenangi, bisa satu atau lebih misalnya :
  • Kita suka bermain game maka kita memilih pantang main game diganti dengan bernovena.
  • Kita suka jalan-jalan ke mall maka kita memilih pantang jalan-jalan ke mall ganti dengan berdoa Jalan Salib.
  • Kita biasa merokok maka pilih pantang rokok dan ganti dengan membaca Alkitab dan lain-lain.
  • Berpantang dilakukan mulai Rabu Abu, Jumat Agung dan setiap Jumat selama masa prapaskah dari prapaskah Pertama hingga prapaskah Keenam.

Cara berpuasa bagi Umat Katolik ialah

  1. Makan kenyang hanya sekali, misalnya satu hari kita makan tiga kali yaitu pagi siang dan malam, maka diantara makan pagi siang dan malam ini, Pilihlah salah satu yang makannya sampai kenyang, dua lainnya dikurangi porsinya.
  2. Puasa dilakukan bersamaan dengan doa dan derma.  Makanan  harian yang disisihkan, dipakai untuk berdonasi atau berbagi kasih kepada mereka yang miskin dan papa.
  3. Puasa dilakukan untuk mengendalikan keinginan diri, hidup lebih sederhana, dan membangun disiplin pribadi. 
  4. Puasa dilakukan mulai Rabu Abu sampai Jumat Agung.

Aksi Puasa Pembangunan (APP)  :

  • Gerakan APP dilakukan untuk membangkitkan semangat solidaritas di tengah umat.
  • Gerakan APP dilakukan untuk mewujudkan buah pertobatan eklesial, salah satunya pengumpulan dana.
  • Dana APP digunakan untuk melakukan karya sosial dan pemberdayaan kepada sesama, terutama bagi mereka yang miskin.
  • Dana APP diperoleh dari pengumpulan dana selama masa Prapaskah di paroki, lembaga hidup bakti, dan lembaga-lembaga gerejawi.

Kanon 1249, poin yang pertama mengatakan  :  Semua orang beriman Kristiani wajib melakukan tobat demi hukum Ilahi.  Pertobatan dilakukan dengan berpantang dan berpuasa, berdoa, dan dengan cara-cara yang berkenan di hadapan Tuhan, menjalankan karya kesalehan dan AMAL KASIH. Amal kasih inilah yang kita sebut sebagai Aksi Puasa Pembangunan. Jadi di masa Prapaskah  ini, kita dituntut untuk bertobat menjalankan kesalehan dan melakukan AMAL KASIH yang kita wujudkan di dalam Aksi Puasa Pembangunan.

"Aksi Puasa Pembangunan" dalam gereja Katolik merujuk pada sebuah inisiatif di mana umat diajak untuk berpuasa atau melakukan penahanan diri (berpantang) sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap upaya pembangunan, khususnya untuk membantu mereka yang hidup dalam kemiskinan atau kekurangan. Puasa dalam hal ini bukan hanya dimaknai sebagai penghindaran makanan, tetapi lebih kepada pengendalian diri untuk memberikan perhatian lebih pada masalah sosial, kemanusiaan, dan pembangunan.
Saudara/Saudari umat Allah yang terkasih, Marilah mempersiapkan diri dan hati kita
untuk memasuki Masa Prapaskah, Masa Retret Agung, Masa tobat sejati dan Masa menata hidup Rohani kita.
PACE E BENE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *