Kami mencoba mengingat dan menceritakan sejarah berdirinya Gereja St Petrus Rasul Purwodadi. Kami mencoba mengingat dan menceritakan sejarah berdirinya Gereja St Petrus Rasul Purwodadi.
Gerakan pendirian gereja ini berawal dari adanya kurang lebih 6 kk keluarga umat katolik,yang memang masih setia bergereja di stasi Sta Maria Ratu Rosari cinta damai.dan atas dasar pemikiran Bersama beberapa umat ini,timbullah niat ingin mendirikan gereja, karena memang jarak yang mereka tempuh untuk bergereja ke medan agak jauh, dan mereka juga melihat banyaknya perantau yang tinggal di sekitar pardede yang memang umat katolik tetapi tidak memiliki gereja. Atas dasar inilah mereka berdiskusi ingin melakukan ibadah Bersama. Dan itu dicetuskan oleh bapak K Simamora, bapak JB Siringo-ringo, Bapak JP Hutabarat, Bapak L Nahampun, Bapak R Rumahombar, Bapak T Tinambunan dan mereka berdiskusi dengan umat lingkungan 8 dari stasi Sta Maria Ratu Rosari cinta damai Medan Helvetia, yang tinggal di komplek Asrama Abdul Hamid. Yakni Bapak Barus,Bapak Lingga dan Bapak Tarigan.
Atas usulan bapak-bapak yang ingin mendirikan gereja ini maka diadakanlah ibadat Bersama pada hari minggu yang dipimpin oleh bapak Barus,di rumah bapak K simamora, di Lorong Lumban Bagasan desa Purwodadi.setelah adanya ibadat dirumah bapak K simamora,para keluarga ini bergerilya mencari dan memanggil umat umat katolik yang ada di daerah sekitar pardede, yang memang tinggal dan bekerja di Kawasan pabrik yang ada di daerah itu. Mereka juga bergerilya mengajak para muda mudi umat katolik yang perantau untuk ikut Bersama untuk melakukan ibadah di hari minggunya dengan jumlah kk sebanyak 16 kk dan ditambah muda mudi yang ikut untuk beribadah di rumah bapak K simamora.
Bagaimana terjadinya stasi ini adalah pecahan dari stasi Sta Ratu Maria Rosari cinta damai, paroki Tri stasi Medan Helvetia pada saat itu. Dan Pastor JOHANNES VELDKAM,OFM.CAP sebagai pastor paroki saat itu mengajak umat untuk mencari tanah untuk mendirikan gereja nantinya. Oleh karena arahan dari pastor ini maka umat mencari tanah dan mendapatkan tanah di jalan gereja dengan ukuran tanah,2 Rante ( 20 M x 40 M). dan pada tahun 1991 umat mulai membangun gereja kecil dengan ukuran 8 x 9 M.
Gereja ini di resmikan olah bapa Uskup yang Mulia Mgr AG Pius Datubara pada tahun 1993, dengan pengurus pertama STASI ST PETRUS RASUL TANGGAL 26 SEPTEMBER 1993





Users Today : 1
Users Last 30 days : 18
Total Users : 19