SEJARAH PAULUS

SEJARAH BERDIRINYA GEREJA KATOLIK STASI ST PAULUS HELVETIA MEDAN

Sajarah perjalanan berdirinya Gereja Katolik ST Paulus Helvetia Medan berawal dari gagasan Seorang ibu yaitu Ny Sinurat br Siahaan yang telah almarhum. Sekitar tahun 1970 an umat katolik yang berdomisili di sekitar Helvetia Seperti di Jalan Paser II Kalau Sekarang jalan karya dan Jalan kapten muslim yang saat itu berjumlah kurang lebih 30 an keluarga. Mereka biasanya kalau di hari minggu pergi ke Gereja ke sei sikambing yang kita kenal Sekarang Gereja katolik Stasi ST Yosef Sei Sikambing.

Namun melihat jarak tampuh yang cukup jauh berkisar 5km dengan Sarana pengangkutan yang cukup terbatas dan bahkan sampai berjalan kaki, apalagi di saat musim hujan, hal ini dapat mengakibatkan terlambat untuk ke Gerega sekalipun tidak mengurangi semangat mereka untuk beribadah. Sehingga timbullah pemikiran beberapa keluarga dan tokoh-tokoh umat untuk mendirikan bangunan Gereja katolik yang lebih agar lebih mudah dijangkau.

Maka Sekitar tahun 1976 kumpullah beberapa umat Katolik dan tokoh-tokoh umat yang dianggap mempunyai pengaruh Seperti Ny Sinurat br Siahaan, G. Simanjorang, Atok Serang, MP Simalango, Mad Ginting, Bapak Sinurat dan beberapa umat lainnya, Saat rapat tersebut Ny sinurat br Siahaan meminta langsung kepada Bapak Atok Serang yang kebetulan saat itu memiliki lahan tanah yang luas, agar bersedia menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Gereja yang letaknya di Jalan karya IV kurang lebih Jaraknya 300m dari Jalan beşar, Sumarsono.

Singkat Cerita dengan Swadaya Umat katolik saat itu akhirnya 1976 berdirilah Gereja katolik yang cukup sederhana dengan atap seng, dinding kayu dengan tanpa ada Jendela dan pintu serta berlantaikan tanah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *