Sehingga untuk menyikapi hal tersebut maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gereja Katolik di Jalan Kemuning Raya No.. 1 yang dimotori oleh 3 orang tokoh yakni :
- Bapak B.L. Samosir sebagai Ketua Pembangunan
- Bapak A.J. Sihotang sebagai Sekretaris
- Bapak G. Simanjorang sebagai Bendahara
Maka pada tahun 1982 dengan dana Pembangunan Gereja diperoleh dari warisan Bapak Henrikus dari Amerika, kemenakan Pastor Van Dam, sehingga diukirlah prasasti di Sakristi saat itu dengan nama sipenderma, resmilah Gereja di Karya pindah ke Jl. Kemuning Raya No. 1 dan Gereja Katolik yang sudah selesai dibangun diberikan nama pelindung “Santo Paulus” rasul yang diresmikan oleh yang mulia Uskup Agung Medan saat itu jabat oleh Mgr AGP Batubara didampingi oleh Pastor Bertrand dan saat itu yang menjabat Verhangen adalah masih tetap bapak M.P. Simalango. Saat itu untuk kelengkapan kursi-kursi gereja mendapat sumbangan kursi dari bapak Sigalingging yang saat itu menjabat sebagai Direktur PTPN IV untuk pembagian lingkungan saat itu adalah :
- Lingkungan Kapten Muslim
- Lingkungan Pasar II
- Lingkungan I Perumnas
- Lingkungan II Perumnas
- Lingkungan III Perumnas
- Lingkungan Baja Teladan
- Lingkungan Sukadono
Daftar Pastor-pastor yang pernah bertugas di Gereja Katolik Stasi St. Paulus Helvetia adalah :
- Pastor Marchel PHE
- Pastor Martin PME
- Pastor Bertrand PME
- Pastor Venantius van de Leew, OFM Cap
- Pastor Johannes Veld Kam, OFM Cap
- Pastor Yan Van Maurik, OFM Cap
- Pastor Ignasius Simbolon, OFM Cap
- Pastor Agustinus Saragih, OFM Cap
- Pastor Harold Harianja, OFM Cap
- Pastor Ambrosius Nainggolan, OFM Cap
- Pastor Fiorentius Sipayung, OFM Cap
- Pastor Hillarius Kemit, OFM Cap (saat ini)





Users Today : 1
Users Last 30 days : 18
Total Users : 19