Saat itu dengan hasil musyawarah maka terpilihlah yang menjadi Verhanger pertama Bapak M.P. Simalango yang saat itu berdomisili di Jalan Pringgan. Seiring berjalannya waktu dengan pertambahan umat sekitar 2 tahun kemudian ada timbul pemikiran baru untuk memindahkan Gereja ke pinggir jalan besar yang mana tanah tersebut juga masih miliknya pak Atok Serang. Adapun dasar pemikiran pemindahan Gereja karena umat sudah bertambah dan
akses jalan dari pasar besar kalau kedalam Gereja yang lama jalannya kalau musim hujan berlumpur. Maka tahun 1978 kembali Gereja piindah ke pinggir jalan besar Sumarsono yang tetap di Karya IV. Adapun umat bertambah dalah umat yang berdomisili di Perumnas, karena saat itu beberapa pembangunan rumah Perumnas sudah ada yang selesai.
Waktu berjalam selama 2 tahun dengan ukuran 12×20 m tersebut mengingat semakin pesatnya pertumbuhan umat Katolik, ada pemikiran umat dan pengurus Gereja serta tokoh- tokoh umat sepertinya daya tamping Gereja sudah tidak memadai dan tanah untuk pengembangan gereja juga dirasa tidak memungkinkan lagi. Maka pada tahun 1980 Pastor Bertrand dan Pastor Marchel berencana membangun gereja baru. Pada saat itu perum perumnas menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan Gereja Katolik. Lahan yang diberikan pihak perum perumnas cukup luas, karena pada saat itu salah satu tokoh Katolik Casmas Batubara menjabat sebagai menteri perumahan rakyat. Namun karena umat kita tidak segera memanfaatkan kesempatan itu, akibatnya sebagian lahan tersebut diserobot oleh gereja GKPA dan Advent yang saat ini masih berdiri disebelah Gereja Katolik seberang di Jalan Kemuning Raya No. 1.





Users Today : 1
Users Last 30 days : 18
Total Users : 19