Tentu perhatian tidak hanya tertuju kepada pembina saja. Pembina itu berguna, apabila lahannya terbuka di antara umat. Kedekatan dana bersama umat pun merupakan salah satu bentuk pastoral yang dikembangkan. Imam ditahbiskan dari umat dan untuk umat. Sejauh mungkin imam itu mengabdi kepada umat, hingga domba-dombanya mendengar ajakan gembalanya. Domba-domba harus merasa nyaman. Kehadiran gembala menjadi inspirasi bagi umat di kala sedih maupun di kala gembira. Domba itu sejauh perlu bebas mencurahkan isi hatinya kepada gembalanya.
Kehadiran imam di antara umat pada misa requiem sungguh meringankan beban yang mengalami kehilangan anggota keluarga. Misa requiem ini telah ditawarkan para pendahulu P. Agustinus Saragih, tetapi beliau menegaskan makna misa requiem sebagai kekayaan tradisi gereja. Pada umumnya, umat di lingkungan datang untuk perayaan misa requiem itu. Selain itu, imam juga hadir pada syukuran pesta pelindung. Pesta pelindung lingkungan memang dipromosikan oleh Komisi Liturgi KAM beberapa tahun terakhir. Kebiasaan itu merupakan ungkapan iman akan kekayaan rahmat Tuhan yang diterima oleh tokoh-tokoh iman dalam gereja. Makna pesta pelindung masih belum dirasakan umat; selain alasan bertemu satu sama lain dan bertemu dengan imamnya. Sebenarnya, peristiwa iman itu sangatlah bagus untuk peneguhan kebersamaan, walaupun tujuan perayaan orang kudus belum tercapai untuk saat ini. Ada suatu keyakinan bahwa suatu waktu nanti, umat akan merasakan makna pesta pelindung untuk Paroki, stasi dan lingkungan
Roda organisasi pastoral seperti dituliskan dalam Anggaran Dasar Paroki merupakan sarana perjumpaan imam dan domba-dombanya. Perjumpaan rutin antara pastornya dan perwakilan umat di DPPH sungguh saling meneguhkan dan merupakan saat pertemuan untuk tukar pengalaman iman dalam penggembalaan umat, dan apabila diperlukan, diadakan mengambil keputusan atau kebijakan bersama. Pertemuan bulanan sungguh merupakan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi umat dan aspirasi gembalanya.
Satu hal yang menarik dalam susunan DPP di Paroki Padre Pio ialah bahwa semua ketua DPS masuk dalam keanggotaan DPP. Selain itu, tercipta sebuah pertemuan ‘arisan’ di luar rapat resmi, yakni kunjungan DPP ke rumah masing-masing anggota DPPH. Ini dilakukan setiap bulan. Kesempatan ini pun sadar tak sadar sangat membantu DPP untuk saling meneguhkan, terutama dihadiri oleh pasangan masing-masing. Demikianlah terjadi pembinaan tidak langsung.





Users Today : 1
Users Last 30 days : 18
Total Users : 19