Pada masa Pastor PME di Medan, Menteri Perumahan RI Drs Cosmas Datubara menghibahkan tanah di Perumnas Helvetia untuk pendirian gereja. Tahun 1982 dibangun Gereja St Paulus di Jalan Kemuning Raya Perumnas Helvetia. Sejak itu jumlah umat bertambah pesat. Tahun 1983 Pastor PME meninggalkan Medan karena menduga KAM (Keuskupan Agung Medan) sudah mampu mengelola paroki dengan tenaga pribumi. Pastor Venantius de Leeus diangkat menjadi pelayan di Stasi St. Yosef Sei Sikambing, St. Paulus Helvetia dan St.Maria Ratu Cinta Damai dan akhir tahun 1984 ditarik kembali ke Pematang Siantar. Pada tanggal 1 Januari 1985 Pastor Johanes Veldkam, OFM Cap memulai melayani ke-3 stasi tersebut sebagai stasi luar kota. Pada tahun 1986 Pastor memohon kepada Keuskupan agar ketiga stasi dimekarkan menjadi paroki tersendiri, tahun 1988 permohonan itu dikabulkan dan Oktober 1988 Paroki Tristasi disahkan dan Dewan Paroki dilantik. Pada tahun 1990 bertambah satu stasi St. Petrus Purwodadi. Melihat ekspektasi pertambahan umat di Gereja Stasi St. Paulus, Ketua Dewan stasi N. Pasaribu berbincang-bincang dengan pengurus Lingkungan Sukadono (Bagian dari Stasi St Paulus Helvetia) Dj Purba (Ketua), Sabar Manullang (Sekt.) dan Amer Saragi (Bendahara) untuk menginisiasi berdirinya gereja di Daerah Sukadono. Buah pikiran itu disampaikan kemudian Pastor Johanes Veldkam, OFM Cap menugasi Drs. Saimun Manik (seorang tokoh umat Stasi St. Paulus Helvetia) untuk menjajaki pencarian tanah sebagai persiapan pendirian gereja. Tahun 1992 dibeli tanah di Sukadono Jalan Gereja Jetun dengan luas 50 X 100 m dengan harga Rp 105 juta,-.
Kedua lingkungan inilah mengajukan permohonan pendirian gereja baru kepada pastor paroki. Pastor Jan van Maurik, OFM Cap sebagai pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki menyetujui rencana itu. Pembentukan panitia pembangunan diawali beberapa kali rapat bersama tokoh umat dari Sukadono dan Stasi St. Paulus sebagai induk di Rumah Bapak Anton Sukma Komp. Perumahan BTN seperti N. Pasaribu (Vorhanger), Dj. Purba (Ketua Lingkungan Sukadono), G.A Situmorang, Drs. Lasman Manurung, Ir. M. Dolok Saribu (Arsitek), Ibu Br Siallagan, Winarso, M.F. Simbolon, Drs.Pormen Siregar, Sabar Manullang dan Pastor Jan Van Mourik, OMF Cap. Terbentuknya kepanitiaan pembangunan Gereja Stasi Sukadono pada masa P. Yan van Maurik, OFM. Cap sebagai pastor Paroki Tri Stasi (Punya kontribusi besar mencari dana dari Belanda untuk pembangunan gereja Katolik di Sukadono). Bapak Drs. Lasman Manurung (Tokoh umat Lingkungan Sukadono) diangkat menjadi ketua panitia pembangunan.





Users Today : 1
Users Last 30 days : 18
Total Users : 19