SEJARAH SUKADONO

Seiring berjalannya pembangunan dan semakin dekat waktu peresmian gereja  sekaligus menjadi stasi baru maka Dibentuk Dewan Stasi dan Dewan  Lingkungan. Dewan stasi: Drs Lasman Manurung (Ketua), D. Butarbutar (Wkl Ketua), Pirhot Hutagalung (Sekt. 1), Tolhas Simanjuntak (Sekt. 2) dan Pilemon Lbn Siantar (Bendahara) Lingkungan Sukadono dan Lingkungan St Yakobus  menjadi 4 lingkungan yaitu  Lingkungan Sukadono berubah menjadi Lingkungan St. Mikhael,  Lingkungan Yakobus  (dijadikan menjadi nama Stasi St. Yakobus martir) berubah menjadi Lingkungan St. Carolus, Lingkungan St. Fransiskus dan Lingkungan St. Antonius. . Selesai pembangunan gereja,  pada hari Minggu 3 November 2002 dilakukan pemberkatan gereja  dan stasi baru (merupakan pemekaran dari Stasi St. Paulus Helvetia Medan)  masa Yang Mulia Keuskupan Agung Medan Mgr. A.G.P. Datubara, OFM. Cap yang diwakilkan kepada Vikjen  P. Paulinus Simbolon, OFM. Cap dengan nama Stasi St. Yakobus (St. Yakobus martir) Sukadono.

Pengurus Dewan Pastoral Stasi : Drs Lasman Manurung (Ketua), S. Manullang (Wkl Ketua)), J. Sitinjak Sekretaris), Anton Wijanarko (Bendahara). Seiring perjalanan waktu umat Katolik di Sukadono terus bertambah, awal tahun 2004 menjadi 172 Kepala keluarga. Demi pelayanan yang maksimal dan kesempatan umat semakin terbuka dalam melaksanakan doa-doa lingkungan sehingga dibentuk  menjadi 4 Lingkungan yaitu Lingkungan St. Mikhael (Beato),dengan Dewan Pastoral lingkungan (DPL): Mangasi simamora (Ketua), R. Lumban gaol (Wkl. Ketua), AH Samosir (Bendahara). Lingkungan St. Carolus (Sebelumnya bernama Lingkungan St Yakobus), dengan DPL: Carles Sibuea (Ketua), J. Sitinjak (Bendahara). Lingkungan  St. Fransiskus, dengan DPL: Maridin Tamba (Ketua), Mangdar Marpaung (Sekt), Br Siallagan (Bendahara). dan Lingkungan St. Antonius. Dengan DPL: D. Butarbutar (Ketua), Siahaan (Sekreta.) dan T. Tampubolon (Bendahara).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *