SEJARAH SUKADONO

  1. Pengurus  Dewan Pastoral Lingkungan periode tahun 2014 – 2019: Markus Pane (Ketua), Tonggo Nadeak (Wk. Ketua), Gibson Manurung, S.Kom. (Sekretaris), Albina br Tambunan (Bendahara).  Dan masa P. Fiorentius Sipayung OFM. Cap sebagai pastor paroki dilakukan pelantikan Dewan Pastoral lingkungan periode tahun 2019 – 2024: Drs. Pormen Siregar (Ketua), Rafael Manullang (Sekretaris), Naran Alam Marbun (Bendahara). Dewan Pastoral Lingkungan periode 2025-2030: Markus Pane (Ketua), Rafael Manullang (Sekretaris) dan Norma Br Damanik, S.Kom (Bendahara).
  • 1 Januari Pastor Johanes Veldkam memulai pelyanannya si
  • Tahun 1982 .  Geereja katolik St. Paulus dibangun di Jalan Kemuning Raya Perumnas Helvetia di tanah yang dihibahkan oleh Menteri Perumahan RI Drs. Cosmas Datubara kepada Pastor PME (Pretres Mission des Etrangeres)
  • Passtor paroki memohon kepada keuskupan agung ketiga stasi dimekarkan menjadi paroki tersendiri, tahun 1988 dikabulkan
  • Pada Oktober1988 berdiri paroki Tristasi sebelumnya stasi –stasi berada di dua paroki  yaitu Paroki Katederal St. Maria Jalan Pemuda dan Paroki St Antonius Hayam Wuruk
  • Tahun 1995 – 1998 tinggal di luar wilayah paroki (Pastoran Hayam Wuruk)
  • Tahun 1992 dibeli tanah di sukadono untuk persiapan gereja St Yakobus
  • Gereja baru dirintis karena gereja lama terlalu kecil.
  • Juli 1994 Pastor Johanes Veldkam digantikan oleh P. Jan Van Maurik, OFM Cap
  • Veldkam meyerahakan reksa pastoral paroki Trisitasi kpda Jan van Maurik
  • Waktu Gereja Stasi St. yakobus dibangun namanya masih Paroki Tristasi→lima stasi tetapi namanya masih Tristasi
  • Tahun 1995 – 1998 Pembangunan sebuah biara kapusin Emmaus dengan fasilitas kantor dan aula Paroki Tristasi
  • Tahun 2002 P. Ignasius , nama paroki Tristasi diganti menjadi Paroki Padre Pio, sejak itu perayaan Ekaristi dilaksanakan setiap hari Minggu
  • Paroki pada masa itu sungguh memperhatikan dan memprioritaskan pertumbuhan “komunitas basis gereja di lingkungan-lingkungn untuk merealisasikan dilakukan pemekaran kecil agar komunikasi semakin dekat dan akrab.
  • Jumlah umat di lingkunan makin banyak dan jmlah umat ke gereja pun bertambah pesat (Jumlah umat berkembang pesat
  • Gereja mandiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *